Content Dev #2 Rantai Nilai dan Dekomposisi Proses_Naphuan Bunga T_TI-46-07_PPB
Rangkuman Materi PPB Week 2
1. Konsep Dasar: Nilai Proses (Process Values)
Dalam perancangan proses bisnis, proses tidak hanya dilihat dari input dan output secara fisik, tetapi dari nilai (value) yang diciptakan melalui proses transformasi. Produk atau jasa hanyalah "bungkus", sedangkan nilai adalah isi sebenarnya yang ingin dicapai oleh pelanggan atau organisasi.
Setiap proses bisnis harus mampu memberikan nilai bagi pihak yang berkepentingan, baik itu pelanggan, pengguna internal, maupun pengambil keputusan. Untuk itu, pendekatan backward design digunakan, yaitu merancang proses dimulai dari tujuan akhir (values) yang ingin dicapai, lalu ditelusuri balik ke komponen proses yang menyusunnya.
Nilai dapat ditentukan dengan menggali kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan melalui metode-metode yang mempertimbangkan konteks organisasi dan objektif strategis.
2. Hubungan Antar Nilai
Dalam organisasi, nilai-nilai tidak berdiri sendiri. Terdapat dua struktur nilai yang saling terkait:
- Rantai Objektif: menyusun keterkaitan antar tujuan organisasi.
- Rantai Nilai Tambah (Value Chain): menyusun urutan aktivitas yang secara bertahap menambah nilai.
Kedua struktur tersebut perlu didekomposisi secara sistematis agar proses-proses pendukung yang relevan dapat dikenali dan dirancang secara utuh. Dengan begitu, proses di level operasional dapat ditelusuri kontribusinya terhadap pencapaian strategi organisasi.
3. Dekomposisi dan Leveling Proses
Dekomposisi proses adalah metode pemecahan proses besar menjadi sub-proses yang lebih kecil dan mudah dianalisis. Tujuannya adalah agar rancangan proses menjadi lebih sistematis, terstruktur, dan dapat dikendalikan. Leveling proses mengacu pada pengelompokan proses berdasarkan tingkatannya dalam organisasi, mulai dari level strategis hingga operasional. Dengan ini, hubungan antar proses pada berbagai level dapat diidentifikasi dan dianalisis lebih lanjut.
4. Framework Referensi untuk Dekomposisi dan Klasifikasi Proses
Tiga framework utama yang digunakan untuk mendukung dekomposisi dan klasifikasi proses adalah:
a. Business Process Management (BPM) CBOK
- Menyediakan panduan umum untuk manajemen proses bisnis.
- Menekankan pentingnya pengelolaan proses dari level strategis hingga operasional.
b. Value Chain Framework (VCF)
- Membagi proses menjadi beberapa level:
-) Level 0 (Value Chain Level): Proses utama dalam organisasi yang memberikan nilai ke pelanggan.
-)Level 1 (Strategic Level): Proses yang berkaitan dengan perencanaan strategis dan governance.
-)Level 2 (Tactical Level): Proses yang menjalankan keputusan taktis untuk mendukung strategi.
c. Process Classification Framework (PCF)
- Framework klasifikasi proses secara sistematik berdasarkan fungsi.
- Digunakan untuk memetakan proses utama dan pendukung dalam organisasi.
5. Implikasi terhadap Perancangan Proses
Tiga prinsip utama dari materi ini terhadap perancangan proses:
1. Mulai dari value (tujuan akhir): Proses harus dirancang dengan menelusuri balik dari nilai yang ingin dicapai (backward approach).
2. Lakukan dekomposisi proses dan nilai: Agar proses yang dirancang relevan dengan proses yang lebih tinggi dalam hierarki organisasi.
3. Gunakan framework referensi: Seperti BPM CBOK, VCF, dan PCF sebagai acuan dalam menyusun struktur dan klasifikasi proses agar lebih sistematis.
Komentar
Posting Komentar