Teks Kritik dan Esai - Naphuan (27)

 Nama : Naphuan Bunga Tiramisu 

Kelas : XII-MIPA 7

No. absen : 27


Teks Kritik


Beristirahat Dengan Lagu


          Rehat adalah judul dari sebuah lagu yang dibawakan oleh Kunto Aji. Lagu ini dirilis pada tanggal 14 September 2018 melalui Juni Records. Lagu Rehat ini masuk ke dalam album Mantra Mantra yang dimana album ini berhasil mendapat penghargaan sebagai Album Terbaik AMI Awards 2019. Tak hanya Rehat, lagu-lagu lain yang terdapat di dalam album ini berhasil membuat para pendengar hanyut dalam lirik yang menyentuh dan juga alunan nada yang merdu.

          Gambar dari cover ini sangat menarik, potret seorang lelaki tersenyum dengan beberapa tulisan di dalam kepalanya. Tulisan di kepala itu berarti pikiran-pikiran yang ada di dalam kepala lelaki tersebut, yang mana sosok tersebut ialah sang pelantun lagu sendiri. Tulisan-tulisan itu diantaranya adalah kutipan lirik dari beberapa lagu di dalam album tersebut. “Semua ini bukan salahmu” merupakan penggalan lirik yang menjadi ikon dari lagu Rehat. Lagu Rehat ini menggunakan frekuensi 396 Hz yang mana menurut penelitian Solfeggio Frequencies, frekuensi ini bisa mengeluarkan pikiran negatif atau liberating guilt and fear.

           Kelebihan dari lagu ini yaitu nada yang digunakan sangat enak didengar dan membuat perasaan tenang. Lirik-lirik yang disajikan pun sangat menyentuh hati. Terasa seperti mengeluarkan isi kepala tanpa harus mengatakannya. Meskipun lirik lagu ini lumayan banyak memakai kata kiasan, namun arti dari tiap bait dapat mudah dipahami. Keunggulan lainnya yaitu Kunto Aji berhasil membuat pendengar hanyut di setiap lirik dan nada yang terlantun. Membuat pendengar dapat dengan mudahnya mengeluarkan perasaan yang mengganggu saat mendengarkan lagu ini. Ia dengan hebatnya mengemas kalimat menenangkan menjadi singkat namun tetap indah. Lagu ini mengangkat isu kesehatan mental dimana masih sedikit masyarakat yang ‘melek’ akan masalah ini. Oleh karena itu, dengan populernya lagu ini dapat menjadi prospek bagus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan mental.

            Kekurangan lagu ini ada pada kata kiasan yang mungkin untuk sebagian orang akan bingung dalam menafsirkan tiap katanya saat baru mendengar pertama kali. Namun hal ini bukan masalah yang besar karena seiring dengan kita dengar, lama kelamaan akan paham maksud dari lagu ini. Instrumen lagu yang terlalu panjang di akhir juga mungkin akan sedikit mengganggu bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dengan hal ini. 

            Pendengar yang merasa membutuhkan kalimat penenang pasti akan sangat suka dengan lagu ini. Kata-kata yang digunakan indah dan memiliki arti yang dalam sehingga dapat membuat pendengar hanyut ke dalamnya. Hanya saja tidak semua orang suka dengan lagu yang memiliki instrumen panjang di akhir. Baiknya instrumen di akhir tidak dibuat terlalu panjang. Tiga puluh detik sampai satu menit rasanya sudah cukup.



Teks Esai

Bayangan Yang Terkasih


          Lagu sudah menjadi bagian dari hidup manusia. Di zaman sekarang, mustahil seseorang tidak pernah mendengarkan sebuah lagu. Lirik lagu merupakan bagian dari karya sastra, ia termasuk kepada karya sastra jenis puisi. Lagu bisa menjadi media untuk mencurahkan isi hati dan pikiran. Banyak sekali lagu yang terinspirasi dari kejadian asli di dunia nyata contohnya adalah lagu Halu yang dinyanyikan oleh Feby Putri.

           Lagu yang berjudul Halu ini terinspirasi dari orang-orang yang mengidap gangguan mental skizofrenia. Skizofrenia sendiri merupakan jenis gangguan mental yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami waham atau halusinasi. Bahkan terkadang pengidap penyakit tersebut seringkali tak bisa membedakan mana khayalannya dan mana kenyataan. Penyebab skizofrenia bisa karena trauma, stres, dan lain-lain.

          “Ku berandai kau disini mengobati rindu ruai” dari penggalan lirik tersebut kita bisa mengetahui bahwa lagu ini menceritakan tentang seseorang yang rindu dengan yang terkasih. Dijelaskan lebih lanjut oleh penggalan lirik “Walau itu hanya bayang bayangmu” bahwa orang tersebut sedang berhalusinasi dengan perasaannya sendiri. Halusinasi ini bisa terjadi karena perasaan rindu yang tak tertolong. Terasa belum bisa berdamai dengan kenyataan bahwa yang terkasih sudah tidak ada. “Senyumanmu yang indah bagaikan candu Ingin trus ku lihat walau dari jauh” adalah penggalan lirik ikonik dari lagu ini yang berarti bahwa senyumnya masih terbayang-bayang. Bisa jadi karena banyaknya waktu yang sudah dihabiskan bersama membuat bayang-bayangnya masih sering kali muncul. Selanjutnya tertulis pada bagian akhir lirik “Dihampiri sribu ragu hanya membisu Ku berkhayal” yang berarti pada akhirnya orang tersebut sadar bahwa ia hanya berhalusinasi.

           Dari lagu berjudul Halu ini kita bisa belajar untuk bisa menghabiskan waktu sebaik-baiknya bersama orang-orang yang kita sayangi. Karena jika mereka sudah tiada, rasa sedih dan hampa akan terasa sulit dilewati. Banyak dari kita yang menyepelekan momen-momen kecil yang mungkin sekarang tidak terasa penting. Namun jika waktu sudah berlalu, momen kecil tadi tidak akan bisa diputar balikan lagi. 

            Rasa sedih sebenarnya tidak perlu dilawan. Emosi ada untuk dirasakan, bukan untuk dilawan. Karena jika kita lawan lalu memendam emosi tersebut akan berdampak tidak baik untuk kesehatan mental kita. Berdasarkan pengalaman saya, memendam emosi yang terlalu lama akan menyebabkan kita sulit untuk berekspresi dan menyatakan perasaan yang dirasa. Hal tersebut terjadi karena sudah terlalu banyak emosi yang tertumpuk sehingga bingung cara menyampaikannya. Lama kelamaan akan menjadi mati rasa, di tahap inilah disarankan untuk segera menemui pertolongan profesional jika dirasa sudah sangat mengganggu.

            Skizofrenia dan penyakit mental lainnya tidak bisa disepelekan begitu saja. Sudah banyak kasus bunuh diri karena rendahnya kesadaran lingkungan sekitar. Di zaman sekarang, banyak sekali generasi muda yang sudah melek akan kesehatan mental namun orang tua atau generasi terdahulu masih sering menganggap remeh hal ini. Tidak jarang saya temukan berbagai cerita anak-anak muda yang mengeluh karena orang tua mereka meremehkan keluh kesah mereka. "Kurang ibadah, kurang dekat sama Tuhan" menjadi kalimat yang paling sering keluar dari mulut orang yang lebih tua. Padahal jauh sebelum itu, masing-masing individu sudah tahu bagaimana hubungan mereka dengan Tuhan, sehingga rasanya kurang etis bila menilai orang sembarangan. Lagi pula, gangguan kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi seperti faktor keturunan, pernah mengalami kejadian yang traumatis, sering mendapat kekerasan fisik maupun verbal, kurangnya perhatian orang tua atau lingkungan sekitar, dan lain-lain. 

           Jika lagu bertema kesehatan mental terus dikembangkan, akan memberi banyak manfaat untuk orang yang mengidap penyakit mental maupun yang tidak. Manfaat bagi orang yang mempunyai gangguan yaitu dapat membantu mereka merasa tidak sendiri dan penyemangat untuk sembuh. Melewati lagu, kita bisa memberi mereka semangat dan memberi peluk secara tidak langsung. Sedangkan bagi orang yang belum sadar akan kesehatan mental, akan membantu mereka perlahan-lahan menyadari bahwa hal ini bukan hal yang dapat disepelekan.

Komentar

  1. Teks kritik dan Essai ditulis dengan bagus dan sesuai dengan struktur, bahasa yang digunakan juga mudah dipahami, Keren tira!!

    BalasHapus
  2. penulisan, pembahasan, dan struktur sudah sangat baik dan terperinci, hebat sekali tiraa

    BalasHapus
  3. Teks yang ditulis sudah sesuai dengan ciri dan kaidah kebahasaan yang berlaku. Pemilihan kata yang mudah dipahami, membuat pembaca mudah menangkap makna dari teks tersebut. Keren!!!

    BalasHapus
  4. Teks sudah sesuai dengan struktur dan kebahasaan yang baik. Makna teks mudah dipahami dan menggunakan kata baku. Bagus naphuan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Content Dev #3 Process Organization_Naphuan Bunga T_TI-46-07_PPB

Tugas 1 Pemodelan Proses Bisnis_Content Dev #5_Kelompok FRI-068

Content Dev #2 Rantai Nilai dan Dekomposisi Proses_Naphuan Bunga T_TI-46-07_PPB